Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Bahaya Besar Mengancam Dunia Islam

Oleh: A.A. Danie | 25 Apr 2013 | 11.29


SinaiOnline - QalamediaOnline. Dalam memahami apa yang terjadi di dunia Arab akhir-akhir ini, para cendekiawan, politikus, dan siapa pun yang terlibat dalam dunia politik perlu membaca sejarah dengan baik. Karena hari ini berasal dari “rahim” masa lalu dan masa depan adalah anak dari hari ini. Semua peristiwa yang terjadi bukanlah suatu kebetulan. Akan tetapi merupakan hasil dari rencana masa lalu penjajahan Zionis. Hingga hari ini, Israel dipandang sebagai majikan yang harus ditaati di Timur Tengah.

Beberapa waktu lalu, majalah yang diterbitkan departemen pertahanan AS telah merilis pemikiran seorang pakar zionis, Bernard Lewis, tentang konsep baru untuk menghancurkan kekuatan dunia Islam. Lewis adalah seorang sejarawan Yahudi yang sangat keras membenci Islam dan dipilih Israel sebagai garis depan  pertahanan untuk membela paradaban Barat dan melawan Islam.

Pada 1980, Lewis merampungkan rancangan proyeknya dan kemudian disampaikan kepada Kongres hingga mendapat persetujuan penuh pada 1983.  Dengan demikian, proyek ini diadopsi dan dimasukkan ke dalam file kebijakan AS untuk tahun-tahun mendatang.

Apa yang Melatarbelakangi Lahirnya Proyek Ini?

Alasan utama disetujuinya proyek ini adalah berdasarkan obsesi besar AS untuk menguasai tanah bekas jajahan Kolonial Inggris dan Prancis karena memandang AS adalah satu-satunya negara adidaya yang ada saat ini. 

Penasihat Pentagon (keamanan AS), Brzezinski mengatakan kepada pemerintah Washington, "dilema yang saat ini dihadapi oleh Amerika Serikat adalah bagaimana Amerika bisa memperbaiki batas perjanjian Sykes-Picot". Sehingga, dia kemudian ditugaskan oleh Pentagon mengembangkan  ide sejarawan Zionis Yahudi, Lewis, menjadi proyek besar untuk merombak negara-negara Arab dan Islam dengan target memecah setiap negara berdasarkan wilayah dan etnis, agama dan sektarian, menghapuskan negara secara keseluruhan lalu membagi menjadi beberapa negara baru dan menggabungkan sebagian ke bagian yang lain. Sehingga Arab dan Muslim dipecah menjadi mosaik dan disatukan dalam sebuah panel baru sesuai konsep yang diinginkan Zionis.

Bernard Lewis dalam sebuah wawancara dengan kantor media Amerika pada 20 Mei 2005 lalu mengatakan, "Bangsa Arab itu anarkis dan tak mungkin memiliki peradaban. Orang-orang Arab dan Muslim yang rusak itu jika dibiarkan sendiri akan menyebabkan kegemparan bagi peradaban dunia.  Kaum teroris ini akan  menghancurkan peradaban dan merusak masyarakat. Karena itu, solusi tepat untuk menangani mereka adalah dengan pendudukan ulang, penjajahan dan penghancuran budaya serta agama mereka."

Dalam hal ini, Amerika harus memegang peran dalam melakukan kolonisasi wilayah dan pembagian kembali negara-negara Arab dan blok agama, suku dan sektarian, dan harus ada representasi Amerika di dalamnya.
“Kita yang menguasai mereka atau membiarkan mereka untuk menghancurkan peradaban kita."
Maka, di antara misi proyek pendudukan ini adalah mengajarkan masyarakat daerah tentang kehidupan demokrasi ala Barat dan menjauhkan mereka dari syariat Islam sebelum menghancurkan peradaban mereka.

Dalam proyek ini, Bernard Lewis membagi dunia Arab dan Muslim menjadi beberapa bagian, antara lain:

Pertama,  pembagian wilayah Mesir
Mesir dibagi menjadi empat statelet (negara kecil) adalah:
1 - Statelet Sinai dan Delta Timur dengan ibukota Kairo dibawah kendali Israel. Hal ini guna mewujudkan mimpi negara Israel Dari Sungai Nil hingga batas Eufrat.
2 - Statelet Kristen, dengan ibukota Alexandria yang membentang dari selatan Beni Suef hingga Assiut selatan dan meluas ke arah barat  mencakup Fayyoum dan memanjang ke garis gurun melalui Wadi Natrun untuk menghubungkan daerah ini dengan Alexandria. Selain itu juga tercakup bagian wilayah pesisir yang membentang sampai ke Marsa Matruh.
3 – Statelet Nuba, dengan ibukota Aswan yang menghubungkan bagian selatan membentang dari Mesir Hulu di utara Sudan. Negara ini juga mencakup  wilayah Sahara untuk menyatukan dengan Berber yang terbentang dari Maroko selatan hingga Laut Merah.
4 - Statelet Islam Mesir yang terdiri dari bagian yang tersisa dari Mesir setelah Sinai, negara Kristen dan Negara Nuba. Negara ini juga  dan dimaksudkan termasuk di bawah pengaruh Israel dalam lingkup Negara Israel Raya sebagaimana mimpi Yahudi.

Kedua, pembagian wilayah Sudan
Sudan dibagi menjadi empat negara, antara lain:
1 – Statelet Nuba.
2 – Statelet Sudan Utara Islami, dengan ibukota Khartoum. Terletak di bagian timur laut Sudan dan merupakan wilayah komunitas Muslim.
3 - Statelet Sudan Selatan, yang dihuni komunitas Kristen. Sudan selatan merupakan wilayah kaya minyak yang menyatakan pemisahan diri secara resmi.
4 – Statelet Darfur. Terletak di bagian barat Sudan dan Nuba berbatasan di sebalah utara dengan Sudan Islam dan di timur dengan Sudan Kristen. Darfur akan langsung memisahkan diri dari Sudan setelah Sudan selatan memisahkan diri menjadi negara baru karena negara ini kaya uranium, emas dan minyak.

Ketiga, pembagian negara-negara Afrika Utara
Dalam proyek ini dilakukan perombakan semua negara Arab di Afrika Utara, mencakup Libya, Aljazair dan Maroko dalam rangka membangun negara-negara bari, seperti:
1 - Statelet Berber yang terletak di sepanjang negara Nuba di Mesir dan Sudan, sebagaimana disebutkan di atas.
2 – Statelet Polisario yang memotong dari bagian selatan Marrakesh dan Sahara
Kemudian negara-negara yang tersisa Maroko, Aljazair, Tunisia dan Libya

Keempat, pembagian Semenanjung Arab dan Teluk
Penghapusan Negara Kuwait, Qatar, Bahrain, Oman, Yaman dan Uni Emirat Arab dari peta secara undang-undang kemudian menggabungkannya ke dalam Semenanjung Arab, lalu membagi Semenanjung Arab dan Teluk menjadi tiga negara, yaitu:
1 – Statelet Ahsa–Syiah yang terdiri dari pantai timur Semenanjung Arab, termasuk Kuwait dan Uni Emirat Arab, Qatar, Oman, dan Bahrain.
2 - Statelet Nejad–Sunni dengan ibukota Riyadh. Terletak di utara Semenanjung Arab hingga bagian selatan yang berbatasan di sebelah utara dengan Irak dan sebelah selatan dengan Laut Arab. Termasuk bagian dari Kesultanan Oman, dan berbatasan di sebelah timur dengan statelet Ahsa Syiah dan sebelah barat dengan statelet Hijaz Sunni.
3 – Statelet Hijaz Sunni, dengan ibukota Mekah. Terletak di pantai barat Semenanjung Arab dan berbatasan dengan statelet Nejad Sunni di sebelah timur dan Laut Merah dan Laut Arab di sebelah selatan. Juga termasuk dalam wilayah ini Yaman Selatan.

Kelima, pembagian Irak
Membongkar Irak dengan menyulut konflik etnis, agama dan sektarian, seperti yang terjadi di Suriah pada masa pemerintahan Dinasti Utsmani, kemudian membagi Irak menjadi tiga negara kecil, antara lain:
1 – Statelet Syiah di  Irak selatan dengan ibukota Basra.
2 – Statelet Sunni di Irak tengah dengan ibukota Baghdad.
3 – Statelet Kurdi di Irak utara dan timur laut dengan nama Kurdistan dengan ibukota Mosul

Keenam, pembagian Suriah
Suriah dibagi menjadi empat negara yang berbeda etnis, agama atau ideologi dengan pembagian sebagai berikut:
1 – Statelet Syiah Alawiyah yang terletak di sepanjang pantai dan Latakia sebagai ibukotanya.
2 – Statelet Sunni di bagian utara dengan ibukota Aleppo.
3 – Statelet Sunni Damaskus, dengan ibukota Damaskus.
4 – Statelet Druze yang  terletak di Golan dan Gunung Druze, wilayah Lebanon dan Yordania jajahan dengan ibukotanya Kenitra

Ketujuh, pembagian Lebanon
Lebanon dibagi menjadi delapan wilayah etnis, sektarian dan agama sebagai berikut:
1 – Statelet Sunni di utara dengan ibukota Tripoli.
2 – Statelet Maronite Kristen di bagian pantai dengan ibukota Jounieh.
3 – Statelet Beirut International dengan ibukota Beirut.
4 – Statelet Alawiyah di Baalbek dan tetap berada di bawah pengaruh Suriah.
5 - Kanton Palestina di selatan dengan ibukota Sidon.
6 - Kanton Kristen di selatan yang mencakup etnis Kristen dan Syi’ah
7 – Statelet Druze di Lebanon selatan termasuk ke dalamnya sebagian wilayah Suriah dan Palestina.
8 - Kanton Kristen di perbatasan dengan Israel dan tetap di bawah pengaruh Israel

Kedelapan, pembagian Iran, Pakistan dan Afghanistan
Tiga negara gabungan ini dibagi menjadi sepuluh entitas etnis, sektarian dan agama sebagai berikut:
1 – Statelet Kurdi yang terletak di perbatasan Iran-Irak.
2 - Statelet Azerbaijan di Iran utara.
3 - Statelet Turkistan terletak di tengah Iran dengan Teheran sebagai ibukota.
4 - Statelet Arabistan terletak di Teluk Arab dengan Abadan sebagai ibukota.
5 – Statelet Bokhonstan, terletak di Selat Hormuz.
6 - Statelet Aaranstan, terletak di Teluk Arab.
7 - Statelet Afghanistan yang terletak di selatan Afghanistan.
8 – Statelet Blonstan, terletak di Afghanistan utara di sekitar Kabul.
9 - Statelet Pakistan, terletak di sekitar Islamabad.
10 – Statelet Kashmir di Pakistan timur hingga perbatasan India.

Kesembilan, pembagian Turki
Pemecahan negara Turki ini dilakukan dengan mengambil bagian tenggara Turki dan menggabungkannya dengan statelet Kurdistan.

Kesepuluh, pembagian Yordan
Memberikan wilayah Jordan kepada para pengungsi Palestina.

Kesebelas, pembagian Palestina
Dilakukan dengan cara mengusir  orang Palestina ke Yordania dan negara-negara Arab terdekat.

Kedua belas, pembagian Yaman
Menghapus eksistensi Yaman di utara dan selatan lalu menggabungkannya dengan statelet Hijaz

Ketiga belas, mendirikan  negara Israel Raya
Israel Raya, sebagaimana tercantum dalam janji tuhan yang disebutkan dalam Taurat, meliputi wilayah Palestina, Yordania, Suriah dan wilayah setengah Irak sampai sungai Efrat dan termasuk bagian utara Arab Saudi, Madinah. Adapun ke arah selatan meliputi semenanjung Sinai dan bagian timur Mesir sampai Sungai Nil.

Sejatinya, peta ini sudah ada dalam rancangan konsep negara Israel sejak mulai didirikan zionis pada  1897, yang kemudian terus mereka kembangkan. Maka, cukup masuk akal jika membaca konflik internal yang terjadi di negara Arab merupakan bagian dari upaya pemecahan negara-negara Islam.  Walaupun konsep ini menemui kegagalan, terutama pasca revolusi Arab dan mulai bersatunya kekuata-kekuatan Islam, namun isu sektarian diperkirakan masih akan menjadi senjata ampuh bagi mereka untuk terus menyulut konflik.

Maka, apa yang terjadi di depan mata kita, di Palestina, Irak, Sudan, Afghanistan dan Pakistan, merupakan bukti yang jelas. Sementara, sisanya akan datang menyusul jika kita tetap tidur nyenyak. Saatnya umat Islam harus bangun, bangkit dan membongkar semua kejahatan tersebut. Lalu bersatu membangun pertahanan diri agar kita tak tenggelam untuk kesekian kalinya.

Sufyan El Shawa, Islamstory.

Alih Bahasa & Readaksi: Harun Al Rasyid, Pengamat Dunia Islam di Pusat Studi Informasi Alam Islami (SINAI), Kairo-Mesir. 

(Posted by QalamediaOnline).

Pemasok Iron Dome Bangkrut

Oleh: A.A. Danie | 19 Des 2012 | 16.25

Perusahaan pemasok sistem anti rudal Israel, Sanmina, mengalami kebangkrutan dan "terpaksa" akan mem-PHK 400 karyawannya. Perusahaan yang selama ini menjadi tulang punggung berjalannya proyek 'Kubah Besi' itu juga memutuskan menghentikan operasinya pada Maret 2013 mendatang. Namun, rencana penutupan Sanmina itu dikhawatirkan akan membahayakan keamanan Israel.

Seperti dilansir Hidayatullah.com, Rabu (19/12), puluhan pekerja Sanmina yang menyebut pihaknya sebagai 'otak di balik Kubah Besi' melakukan demontrasi menolak keputusan pihak perusahaan. Mereka juga menggelar demonstrasi di depan Kementerian Pertahanan Israel sambil membawa beberapa poster bertuliskan,”Penutupan Sanmina ancam keamanan nasional”.

Salah seorang QC, Malka Har Nasher, memperingatkan bahaya dihentikannya proyek Kubah Besi.

”Kubah Besi sama dengan tentara, mereka juga harus melindungi kita. Sekarang mereka hendak menghentikan itu?” kata Nasher

Pihak kementerian Zionis menyatakan prihatin atas dipecatnya para karyawan Sanmina. Namun pihaknya tidak bisa melakukan intervensi karena industri itu berada di bawah menejemen perusahaan Amerika Serikat (AS). 

Kementerian juga meredam kekhawatiran banyak pihak dengan mengatakan bahwa penutupan Sanmina tidak mempengaruhi 'Kubah Besi'. Pasalnya, Pemerintah Zionis Israel kini juga bekerja sama dengan Rafael, sedangkan Sanmina merupakan salah satu dari pemasok komponennya.

Sebelumnya, dalam delapan hari perang Nopember Israel – Gaza, sistem pertahanan ‘Kubah Besi’ terbukti tidak efektif menghentikan serangan roket-roket Hamas. Menurut surat kabar Yediot Ahronot, Iron Dome hanya mampu menjatuhkan 2 dari 84 roket Palestina.

Akhir Juni lalu, surat kabar Israel itu bahkan mengutip seorang pakar militer bahwa klaim Israel terkait keberhasilan sistem ‘Kubah Besi’ dalam menangkal roket-roket pejuang Palestina hanyalah tipuan negara Zionis itu. [IK/Rpb/bsb].

Sumber: BersamaDakwah.Com

Pidato Heroik Bung Tomo pada 10 November 1945

Oleh: A.A. Danie | 11 Nov 2012 | 07.01


Bismillahirrahmanirrahim...,
MERDEKA!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia,
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya,
Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara,
Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya,
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi,
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol...
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu, Saudara-saudara,
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini
maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara, kita semuanya...
kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara Inggris itu
dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indoneisa;
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini...
Dengarkanlah ini tentara Inggris!
Ini jawaban kita!
Ini jawaban rakyat Surabaya!
Ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian!

Hai tentara Inggris,
Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu...
Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu...
Kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu...
Tuntutan itu, walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita...
untuk menggempur kita... dengan kekuatan yang ada,
tetapi inilah jawaban kita:
selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih,
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapa pun juga...

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! Keadaan genting!
Tetapi saya peringatkan sekali lagi
jangan mulai menembak...
Baru kalau kita ditembak
maka kita akan ganti menyerang mereka. Itu kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

Dan untuk kita, Saudara-saudara,
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap "Merdeka atau Mati!"

Dan kita yakin, Saudara-saudara,
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.
Percayalah, Saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Merdeka!!!
 
Copyright © 2014. Qalamedia Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger